Memilih framework frontend yang tepat
React telah mendominasi dunia framework front-end selama bertahun-tahun, dan hal itu tidak berubah. React didukung oleh Meta (Facebook), memiliki pasar kerja terbesar, dan memiliki segudang pustaka serta alat yang dibangun di sekitarnya. Jika Anda menginginkan keamanan kerja sebagai pengembang front-end, React masih menjadi pilihan teraman Anda.
Vue selalu menjadi “diamond yang diremehkan” dalam pengembangan frontend. Vue bersih, sederhana, dan bertenaga tanpa terasa berlebihan. Vue 3 kini telah sepenuhnya diadopsi, dan API komposisinya menjadi standar baru, memberikan lebih banyak kesepakatan kepada pengembang sekaligus mempertahankan kegunaan khas Vue.
Angular berbeda. Tidak seperti React dan Vue yang berfokus pada UI, Angular adalah framework lengkap yang mencakup segalanya—perutean, manajemen status, injeksi dependensi, dan banyak lagi. Hal ini menjadikannya ideal untuk aplikasi berskala besar yang membutuhkan struktur dan pemeliharaan jangka panjang. Itulah mengapa perusahaan besar dan tim perusahaan menyukai Angular.
- Pilih Angular jika Anda membutuhkan:
Aplikasi native, mashup, atau aplikasi web yang merupakan investasi substansial dan jangka panjang (seperti membangun aplikasi enterprise dengan Angular)
Solusi real-time, seperti aplikasi obrolan atau pesan
Kerangka kerja yang andal dan skalabel
Pemrograman dalam TypeScript
   2. Pilih React jika Anda ingin mengembangkan:
Aplikasi modern kelas enterprise yang ringan
Aplikasi lintas platform atau satu halaman
Memperluas fungsionalitas aplikasi yang sudah ada
Dukungan dan solusi komunitas yang kuat
  3. Pilih Vue.js jika Anda berencana:
Membangun aplikasi satu halaman yang cepat dan skalabel
Terintegrasi dengan MPA dan SPA yang ada yang dirender oleh server
Menghasilkan MVP atau mewujudkan ide startup dengan cepat
Mendukung aplikasi native
Membuat animasi yang memikat dengan modul bawaan berbasis CSS